Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaKubar

Warga Simpang Raya Tutup Jalan, Desak Perusahaan Tepati Kesepakatan Perbaikan

34
×

Warga Simpang Raya Tutup Jalan, Desak Perusahaan Tepati Kesepakatan Perbaikan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Wadaikaltim.id, SENDAWAR — Aksi penutupan jalan dilakukan warga Kelurahan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Sabtu (3/1/2026). Langkah ini diambil sebagai bentuk protes karena perusahaan dinilai belum merealisasikan komitmen perbaikan jalan yang telah disepakati bersama sejak tahun lalu.

Penutupan jalan dipicu kondisi badan jalan yang kian rusak dan membahayakan pengguna. Lubang-lubang besar dengan kedalaman mencapai 70 hingga 80 sentimeter membuat sejumlah kendaraan, termasuk bus perusahaan, sempat terperosok dan tidak bisa melintas dalam beberapa hari terakhir.

Example 300x600

Ketua RT 02 Simpang Raya, Eronius Tenaq, menjelaskan bahwa aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil rapat antara warga, instansi terkait, dan perusahaan yang digelar di Hotel Sudodadi pada 23 Februari 2025. Dalam pertemuan itu, perusahaan menyatakan komitmen untuk melakukan perbaikan jalan.

“Namun sejak tanggal 23 Februari sampai hari ini belum ada aktivitas perbaikan sama sekali. Karena itu kami mengambil sikap ini,” ujarnya.

Menurut Eronius, penutupan jalan bukan bertujuan menghambat operasional perusahaan, melainkan sebagai upaya meminta perhatian agar akses jalan bisa kembali aman digunakan bersama.

“Kami hanya ingin jalan ini bisa dilalui dengan nyaman dan meminimalisir kecelakaan yang sering terjadi di lokasi ini,” ujarnya.

Selama aksi berlangsung, warga mengarahkan kendaraan roda empat, khususnya milik perusahaan, untuk putar balik. Sementara itu, kendaraan masyarakat umum masih diizinkan melintas dengan pengaturan terbatas.

Sikap tegas juga disampaikan Asisten II Sekretariat Kabupaten Kubar, Ali Sadikin. Ia menegaskan bahwa perbaikan jalan tidak bisa lagi ditunda dan harus segera direalisasikan.

“Harus siap dan harus diperbaiki. Hari ini harus ada tindakan yang konkret. Kalau tidak ada realisasi hari ini, masyarakat tetap akan menutup jalan,” tegas Ali Sadikin.

Ia menyebutkan, perusahaan telah menyiapkan material berupa batu split sekitar 80 rit serta mengerahkan alat berat ke lokasi. Jika pekerjaan perbaikan benar-benar dimulai, warga berkomitmen akan membuka kembali akses jalan.

Lebih lanjut, Ali Sadikin memastikan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) mulai melakukan perbaikan pada ruas jalan nasional di wilayah tersebut mulai hari ini. Perbaikan direncanakan mencakup sekitar 66 kilometer, dari jalan nasional hingga Simpang SMA.

“Mayoritas jalan yang rusak merupakan jalan nasional. Untuk ruas kewenangan balai akan ditangani BPJN, sementara ruas lainnya dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, PMKAP, dan perusahaan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sejumlah perusahaan, termasuk perusahaan perkebunan sawit, telah menyatakan kesediaannya untuk terlibat langsung dalam perbaikan jalan.

“Masih ada sekitar lima perusahaan yang terlibat dan hari ini langsung bergerak,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *