Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaNasional

Jelang Ceramah Ust. Abdul Somad, Tokoh Kristen di Kutai Barat Ajak Warga Jaga Kerukunan

13
×

Jelang Ceramah Ust. Abdul Somad, Tokoh Kristen di Kutai Barat Ajak Warga Jaga Kerukunan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KUTAI BARAT – Menjelang pelaksanaan kegiatan keagamaan yang menghadirkan penceramah Ust. Abdul Somad di Kabupaten Kutai Barat, ajakan untuk menjaga suasana yang aman, damai, dan penuh toleransi terus disampaikan oleh berbagai tokoh masyarakat. Salah satunya datang dari Tokoh Agama Kristen, Pdt. Yohanes Traksin, yang mengimbau seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama menjaga kondusivitas daerah serta memperkuat semangat persaudaraan di tengah keberagaman.

Menurut Pdt. Yohanes Traksin, Kutai Barat selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan kehidupan harmonis antarumat beragama. Karena itu, ia berharap seluruh masyarakat dapat mempertahankan tradisi tersebut dengan mengedepankan sikap saling menghormati serta menghindari tindakan yang berpotensi memicu kesalahpahaman maupun konflik.

Example 300x600

Ia menilai setiap kegiatan keagamaan yang berlangsung di wilayah Kutai Barat seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, bukan sebaliknya menimbulkan perpecahan. Oleh sebab itu, seluruh pihak diharapkan mampu menunjukkan sikap dewasa dalam menyikapi setiap perbedaan yang ada.

“Saya berpendapat bahwa tidak perlu ada aksi penolakan terhadap siapa pun. Mari kita tunjukkan bahwa kita adalah tuan rumah yang baik. Jangan menabur benih kebencian kepada kelompok mana pun agar kita tidak menuai buah yang sama di kemudian hari,” ujar Pdt. Yohanes Traksin kepada reportaseexpose, Kamis (2/7/2026).

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk mengisi ruang-ruang kebersamaan dengan kegiatan yang membawa manfaat bagi persatuan. Menurutnya, upaya mempererat hubungan antarumat beragama jauh lebih penting dibandingkan melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu ketenteraman masyarakat.

“Lebih baik kita mengadakan gerakan doa bersama lintas agama daripada melakukan hal-hal yang justru dapat menciptakan kondisi yang tidak kondusif di Kutai Barat,” tambahnya.

Selain menyampaikan pesan kepada masyarakat, Pdt. Yohanes Traksin juga memberikan perhatian kepada panitia penyelenggara kegiatan. Ia berharap seluruh rangkaian acara dipersiapkan secara matang dengan tetap memperhatikan nilai-nilai toleransi, sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berlangsung tertib, aman, dan menghormati seluruh elemen masyarakat.

“Saran saya kepada panitia pelaksana agar memastikan ceramah yang disampaikan nanti tidak menyinggung pemeluk agama lain maupun kelompok tertentu. Mohon panitia berkomitmen penuh untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat (Kamtibmas),” tegasnya.

Di sisi lain, Pdt. Yohanes Traksin turut menyampaikan harapannya kepada aparat keamanan agar terus memperkuat sinergi dalam mengawal jalannya kegiatan. Ia meyakini langkah antisipatif yang dilakukan sejak dini akan mampu mencegah munculnya potensi gangguan keamanan serta menjaga situasi tetap kondusif selama kegiatan berlangsung.

“Kepada TNI dan Polri, saya harapkan dapat menjaga kondusifitas daerah. Segala potensi kerawanan hendaknya diantisipasi sejak dini. Dengan demikian, nilai-nilai toleransi antarumat beragama di daerah kita tetap terjaga dengan baik dan harmonis,” tutupnya.

Imbauan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga persatuan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan mengedepankan sikap saling menghormati, komunikasi yang baik, serta semangat toleransi, masyarakat Kutai Barat diharapkan mampu terus mempertahankan kehidupan yang damai dan harmonis, sehingga setiap kegiatan kemasyarakatan maupun keagamaan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh rasa kebersamaan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *