Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Pernyataan Cucun Sebut Ahli Gizi Tak Lagi Diperlukan, Picu Gelombang Kritik Publik

33
×

Pernyataan Cucun Sebut Ahli Gizi Tak Lagi Diperlukan, Picu Gelombang Kritik Publik

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Wadaikaltim.id, BANDUNG  — Gelaran konsolidasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) se-Kabupaten Bandung berubah menjadi sorotan nasional setelah pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, viral di media sosial pada Senin (17/11/2025).

Dalam forum tersebut, situasi memanas ketika seorang ahli gizi menyampaikan masukan mengenai perlunya Badan Gizi Nasional (BGN) berkolaborasi dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) demi menjaga kualitas pelaksanaan MBG. Ia menilai pentingnya standar profesi dalam pengawasan gizi, sekaligus memberikan sejumlah usulan alternatif jika tenaga ahli gizi memang kurang tersedia.

Example 300x600

“Saya paham saat ini sulit mencari ahli gizi di lapangan. Solusinya jika pada akhirnya merekrut dari non-gizi, tolong tidak menggunakan embel-embel ahli gizi, cukup posisi pengawas produksi dan kualitas. Kemudian solusi yang lain BGN boleh berkolaborasi dengan organisasi profesi. Jadi kita ini punya rumah yang sangat besar yaitu Persagi, rumah yang yang sangat besar menaungi seluruh ahli gizi di Indonesia. Jadi saya tidak tahu juga apakah saat rapat dengan Kemenkes apakah juga melibatkan Persagi atau tidak, jadi kedepannya BGN bisa berkolaborasi dengan Persagi. Jika BGN merekrut bukan ahli gizi, apakah MBG akan tetap bergizi, karena kita mengingat kegiatan ini bukan hanya memberi makanan, tetapi juga di dalamnya ada edukasi dan juga ada surveillance gizi. Jika nanti ingin merekrut menambah profesi ahli sanitasi tolong merangkul dan kolaborasi dengan profesi HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia). Tolong jangan diacak-acak profesi kesehatan ini.”

Namun, sebelum ia menyelesaikan seluruh pemaparannya, Cucun terlihat tidak sepakat dan langsung memotong ucapannya. Ia meminta ahli gizi tersebut untuk menghentikan penjelasannya.

“Terkait itu kan profesi kamu, kamu terlalu panjang. Sudah cukup. Saya nggak suka anak muda arogan ini. Mentang-mentang kalian dibutuhkan negara. Kalian berbicara undang-undang, nanti saya akan ajak rapat BGN, saya akan mengubah diksi ahli gizi ini adalah satu tenaga yang menangani gizi. Tidak perlu ahli gizi, nanti saya akan selesaikan di DPR. Kalian tidak boleh arogan,” kata Cucun.

Video yang merekam respons keras itu kemudian beredar luas dan mengundang kritik. Pernyataan Cucun sebelumnya dalam forum yang sama juga memperkuat kontroversi, terutama ketika ia menilai bahwa program MBG tidak membutuhkan tenaga profesional dari bidang gizi.

“Tidak perlu ahli gizi, tidak perlu Persagi (Persatuan Ahli Gizi Indonesia). Yang penting adalah satu tenaga yang mengawasi gizi. Tidak perlu ahli gizi, selesai kalian,” ucap Cucun dalam video tersebut.

Politikus PKB itu juga menambahkan bahwa pelatihan singkat bagi lulusan SMA dinilainya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pengawasan gizi di lapangan.

“Jangan bicara arogansi dengan saya. Semua keputusan di republik ini saya tinggal pegang palu, selesai. Saya tidak mau mendengar ada orang sombong. Nanti tinggal ibu Kadinkes melatih orang, bila perlu anak-anak SMA cerdas fresh graduate dilatih tiga bulan kasih sertifikasi BNSP. Tidak perlu orang-orang seperti kalian yang merasa sombong.”

Pernyataan-pernyataan tersebut memicu gelombang reaksi dari publik, khususnya para tenaga kesehatan dan komunitas profesi yang menilai pernyataan tersebut meremehkan keahlian tenaga gizi yang selama ini berperan dalam menjaga kualitas intervensi gizi nasional.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *