Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Ibu Hamil di Jayapura Wafat Setelah Disebut Tak Mendapat Layanan di Empat Rumah Sakit

29
×

Ibu Hamil di Jayapura Wafat Setelah Disebut Tak Mendapat Layanan di Empat Rumah Sakit

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Wadaikaltim.id, JAYAPURA – Kasus meninggalnya Irene Sokoy, ibu hamil asal Kampung Hobong, Jayapura, menyisakan duka mendalam sekaligus pertanyaan besar soal akses layanan kesehatan di Papua. Irene wafat bersama bayi dalam kandungannya pada Senin (17/11/2025) setelah melalui perjalanan panjang mencari pertolongan medis dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya.

Menurut penuturan keluarga, kontraksi Irene pertama kali terjadi pada Minggu (16/11/2025) siang. Dengan menggunakan speedboat, keluarga membawanya menuju RSUD Yowari untuk mendapatkan penanganan persalinan. Namun proses layanan dinilai berjalan sangat lambat karena dokter tidak berada di lokasi, sementara administrasi rujukan memakan waktu hingga berjam-jam.

Example 300x600

Tidak ingin kondisi makin kritis, keluarga memutuskan memindahkan Irene ke RS Dian Harapan, lalu RSUD Abepura. Namun, fasilitas untuk menangani persalinan darurat di dua rumah sakit itu disebut belum siap untuk menangani pasien.

Upaya terakhir dilakukan dengan menuju RS Bhayangkara. Tetapi pihak keluarga mengaku diminta menyiapkan uang muka karena kamar untuk pasien BPJS penuh.

Direktur RSUD Yowari, Maryen Braweri, memberikan keterangan resmi bahwa pasien sempat ditangani karena telah mencapai pembukaan lengkap dan detak jantung bayi menurun sehingga membutuhkan tindakan operasi. Namun, dokter kandungan satu-satunya sedang bertugas di luar daerah, membuat pihak rumah sakit harus melakukan rujukan darurat.

Maryen menyampaikan seluruh proses rujukan dilakukan dengan pendampingan tenaga medis, tetapi kendala fasilitas dan ketersediaan tenaga spesialis di rumah sakit lain membuat penanganan tidak dapat segera dilakukan.

Penjelasan berbeda juga datang dari RS Dian Harapan. Pihak rumah sakit menolak adanya unsur penolakan, menjelaskan bahwa seluruh ruang perawatan khusus, termasuk NICU, dalam kondisi penuh serta dokter spesialis obgyn sedang cuti.

Sementara itu, RS Bhayangkara menegaskan bahwa mereka tidak menolak pasien, melainkan mengikuti prosedur karena hanya tersisa ruang VIP dan rujukan tidak melalui sistem resmi yang semestinya.

Dalam perjalanan menuju RSUD Jayapura setelah kembali dari RS Bhayangkara, kondisi Irene memburuk hingga mengalami kejang. Keluarga memutuskan kembali ke rumah sakit tersebut, namun nyawanya tak tertolong.

Peristiwa ini memantik sorotan publik terhadap kesiapan layanan kesehatan khususnya di wilayah Papua, terlebih ketika situasi darurat yang menyangkut keselamatan ibu dan anak membutuhkan penanganan cepat tanpa hambatan administratif maupun kekurangan tenaga ahli.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *