Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Maruli Simanjuntak Murka: Pembangunan Jembatan Di Sumatera Disabotase, Biadab!

28
×

Maruli Simanjuntak Murka: Pembangunan Jembatan Di Sumatera Disabotase, Biadab!

Sebarkan artikel ini
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan keterangan pers pemulihan dan rencana strategis bencana Sumatera di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
Example 468x60

Wadaikaltim.id, JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengungkap adanya dugaan tindakan sabotase dalam proses pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dugaan itu muncul di tengah upaya percepatan pembangunan jembatan untuk memulihkan akses masyarakat terdampak.

Sebagai Ketua Satgas Pembangunan Jembatan di Sumatera, Maruli menjelaskan bahwa pengerjaan infrastruktur pascabencana menghadapi tantangan berat, mulai dari survei lokasi hingga distribusi material dari Jakarta ke daerah terdampak. Ia menuturkan, kondisi jalan yang rusak membuat pengiriman peralatan memakan waktu lebih lama dari perkiraan.

Example 300x600

“Jembatan agak rumit, setelah ada laporan, kita survei dulu apa jembatan yang paling sesuai, kami cari apa yang harus dikirim dari Jakarta, kemudian di pelabuhan masuk, ada jalan rusak ada seminggu di jalan, saya terus terang kepada anggota saya salut bisa sedemikian rupa,” kata Maruli dalam konferensi pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12).

Konferensi pers tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menko PMK Pratikno, Seskab Teddy Indra Wijaya, Mensesneg Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Mendagri Tito Karnavian, Wamensos Agus Jabo, serta Kapusdatin BNPB Abdul Muhari.

Dalam paparannya, Maruli menyebut pemerintah menargetkan pembangunan 44 jembatan bailey untuk mendukung pemulihan akses warga. Hingga saat ini, 12 jembatan telah selesai dibangun, sementara sisanya masih dalam proses pengiriman dan pemasangan.

“Bailey 44, 12 sudah selesai sisa 15 dalam perjalanan, 6 sedang dipasang yang lain kita kumpulkan melalui Kemenhan, akan dicari 100,” kata Maruli.

Namun, di tengah upaya tersebut, Maruli mengaku prihatin atas adanya dugaan sabotase terhadap jembatan bailey yang sedang dibangun. Ia menyebut ada pihak yang membongkar baut-baut jembatan, tindakan yang dinilainya sangat tidak berperikemanusiaan di saat masyarakat tengah tertimpa bencana.

“Kami ingatkan dalam kondisi ini harus kompak, bernegara harus kompak, kita meski dalam kondisi kompak ada yang berusaha sabotase jembatan bailey,” kata Maruli.

“2 hari lalu dibongkar baut-bautnya, kami juga tidak menyangka ada orang sebiadab ini, kami pikir masyarakat sedang kena bencana baut-buat dibongkar.” KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak

Ia bahkan menunjukkan foto-foto baut jembatan bailey yang dirusak. Maruli menduga tindakan tersebut memiliki tujuan tertentu dan diarahkan untuk menghambat kerja pemerintah dalam penanganan bencana.

“Dalam kondisi gini ada kelompok orang mau bisa dikatakan arahnya kepada pemerintah, korbankan pemerintah, masyarakat sedang kena bencana mau dikorbankan,” kata Maruli.

“Saya semaleman enggak bisa tidur mikirkan ini, orang sebiadab ini,” lanjutnya.

Maruli pun mengingatkan agar masyarakat tidak terpengaruh isu-isu yang berpotensi memecah belah di tengah situasi darurat. Ia menegaskan bahwa tindakan perusakan tersebut bukan sekadar isu, melainkan fakta yang dapat membahayakan keselamatan warga.

“Nanti ada yang biang ini pengkondisian buat masyarakat mati. Itu bukan pengkondisian, itu biadab ini bukti nyata, kasihan masyarakat menjadi korban jangan sampai jiwanya jadi korban lagi,” kata Maruli.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *