Samarinda, Wadaikaltim.id – Ketenangan sore di kawasan dermaga Sungai Lais, Kelurahan Sambutan, Samarinda Ilir, tiba-tiba terusik pada Selasa (11/11). Warga setempat dikejutkan oleh penemuan jasad pria yang terapung di aliran Sungai Mahakam.
Sejumlah pekerja tambang perahu yang tengah beraktivitas pertama kali melihat benda mencurigakan mengapung di tengah sungai. Dari kejauhan, benda itu tampak seperti karung yang hanyut terbawa arus.
Namun, saat didekati, mereka kaget karena benda tersebut ternyata tubuh manusia dalam posisi tengkurap. Spontan, para pekerja berteriak dan memanggil warga lain untuk memastikan temuan itu.
“Saya kira cuma potongan kayu atau karung, tapi setelah didekati ternyata tubuh manusia,” ungkap Darto (42), salah satu pekerja yang pertama kali menemukan jasad itu.
Tak lama kemudian, warga melapor ke pihak kepolisian. Petugas dari Polairud Polresta Samarinda bersama tim INAFIS dan PMI segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
Pamapta II Polresta Samarinda, Ipda Yudiansyah, membenarkan laporan tersebut. Ia menyebut, laporan pertama diterima sekitar pukul 15.25 Wita dan semula dikira terjadi di sekitar Pelabuhan Pasar Pagi.
“Setelah dicek, ternyata lokasi yang dimaksud ada di Sungai Lais, Kelurahan Sambutan. Tim langsung bergerak ke tempat kejadian,” jelasnya.
Evakuasi berlangsung cukup sulit karena posisi jasad berada di tengah sungai dengan arus deras. Proses penarikan tubuh ke tepian memakan waktu hampir dua jam. Sekitar pukul 17.05 Wita, jasad akhirnya berhasil dibawa ke daratan.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui berjenis kelamin laki-laki. Saat ditemukan, tubuhnya dalam kondisi membengkak dan mulai mengeluarkan aroma menyengat.
“Korban sudah dalam keadaan membusuk. Diperkirakan sudah lebih dari dua hari berada di air,” ujar Yudiansyah.
Petugas kemudian membawa jenazah ke rumah sakit untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Hingga malam hari, identitas korban belum diketahui.
“Belum ada laporan kehilangan yang sesuai. Kami masih menunggu hasil visum dari pihak rumah sakit,” tambahnya.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat yang kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke kantor polisi terdekat untuk membantu proses pencocokan data.
“Jika ada warga yang merasa kehilangan kerabat, silakan datang ke Polresta Samarinda untuk memastikan identitas korban,” tutup Yudiansyah. (Rob)
















