Wadaikaltim.id, SAMARINDA – Polresta Samarinda kembali mengedepankan pendekatan humanis dalam mengawal aksi damai yang berlangsung di Korem 091 Aji Surya Natakesuma, Rabu (8/4/2026).
Aksi yang digelar oleh Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) tersebut diikuti puluhan massa yang menyuarakan tuntutan agar kasus penyiraman terhadap aktivis Andrie Yunus diproses melalui jalur peradilan umum.
Dalam kegiatan itu, massa menyampaikan tujuh tuntutan utama. Salah satu poin yang ditekankan yakni mendesak aparat penegak hukum untuk mengungkap dalang intelektual di balik kasus kekerasan tersebut.
Humas aksi, Muhammad Ryan, mengatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk solidaritas mahasiswa sekaligus upaya mendorong keadilan bagi korban.
“Kami melakukan aksi ini sebagai bentuk solidaritas kepada saudara Andrie Yunus yang mendapatkan kekerasan. Kami juga meminta adanya pernyataan resmi dari pihak militer di Kaltim terkait kasus ini,” kata Ryan saat ditemui di sela-sela aksi.
Massa tampak membawa berbagai spanduk bertuliskan “Stop Omon-Omon Ungkap Dalang Teror Air Keras” dan “Bukannya Bangun Pendidikan Malah Bangun Batalion.”
Selain itu, peserta aksi juga mendesak pihak militer untuk memberikan tanggapan terbuka serta membuka ruang dialog langsung dengan perwakilan mahasiswa. Mereka turut menyoroti dugaan praktik kekerasan dan kriminalisasi terhadap masyarakat yang bersikap kritis.
Humas Aliansi Geram, Rian, menegaskan bahwa massa menolak berdialog di jalan.
“Kami ingin masuk dan berdialog di dalam,” tegasnya di tengah kerumunan massa.
Aksi sempat diwarnai pembakaran ban bekas di depan gerbang sebagai bentuk kekecewaan. Namun demikian, aparat kepolisian tetap menjaga situasi tetap kondusif dengan pendekatan persuasif.
Kapolresta Samarinda, Hendri Umar, bersama Dandim 0901/Samarinda, Arif Hermad, turun langsung ke lapangan untuk menemui massa aksi.
Meski demikian, massa tetap bersikukuh ingin bertemu langsung dengan Danrem 091/ASN, Anggara Sitompul.
Menanggapi hal tersebut, Dandim menyampaikan bahwa pimpinan Korem sedang tidak berada di tempat.
“Pimpinan Korem sedang bertugas di Balikpapan. Kalau mau berdialog, bisa dialog dengan saya,” ujar Dandim di hadapan massa.
Selama aksi berlangsung, kehadiran Polwan terlihat aktif memberikan pelayanan kepada peserta aksi dengan sikap ramah dan humanis.
Aksi berjalan dengan aman dan tertib di bawah pengawalan aparat keamanan. Massa berharap seluruh tuntutan yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait.


















