Wadaikaltim.id, SAMARINDA – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kalimantan Timur menyerukan pentingnya menjaga suasana aman dan harmonis di tengah dinamika sosial yang berkembang. Seruan ini disampaikan agar roda kehidupan masyarakat, baik di sektor sosial maupun ekonomi, tetap berjalan stabil tanpa gangguan.
FPK menilai Kalimantan Timur sebagai sebuah ruang kebersamaan yang menaungi berbagai latar belakang suku, budaya, dan kepentingan. Meski beragam, seluruh elemen masyarakat diyakini memiliki visi yang sama, yakni menciptakan daerah yang damai dan berkeadaban.
Ketua FPK Kaltim, Syaharie Jaang, menegaskan bahwa harmoni yang selama ini terjaga merupakan hasil dari proses panjang yang terus dipelihara oleh semua pihak.
“Ia dirawat, dijaga, dan diperjuangkan dari perbedaan suku, ragam budaya, dan banyak kepentingan. Namun kita tetap disatukan oleh satu tujuan, yaitu Kaltim yang damai,” ujarnya.
Menurutnya, stabilitas daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat, termasuk dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.
Ia menyampaikan bahwa kebebasan menyampaikan aspirasi merupakan hak setiap warga negara, namun harus dijalankan secara bertanggung jawab.
“Silakan menyampaikan aspirasi, itu dijamin undang-undang. Tapi seperti halnya di jalan raya, ada rambu yang harus dipatuhi. Tidak boleh ugal-ugalan, tidak boleh merusak, dan tidak boleh anarkis,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa konflik sosial harus dicegah sejak dini karena dampaknya bisa meluas dan sulit dikendalikan.
“Sekali api konflik menyala, memadamkannya tidak mudah,” katanya.
Di sisi lain, Sekretaris FPK Kaltim, Achmad Jubaidi, mengimbau masyarakat agar mengedepankan pendekatan dialogis dalam menyikapi berbagai persoalan.
“Mari hindari provokasi dan tindakan yang dapat merugikan masyarakat luas. Kedepankan cara-cara yang damai dan bermartabat,” ujarnya.
FPK juga menyoroti bahwa dampak dari situasi tidak kondusif paling dirasakan oleh kelompok rentan, seperti pelaku usaha kecil, pekerja harian, hingga anak-anak yang membutuhkan rasa aman dalam beraktivitas.
Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus menjaga Kalimantan Timur sebagai rumah bersama yang rukun dan penuh toleransi, dengan menjunjung tinggi nilai ketenangan serta saling menghormati.
Sebab pada akhirnya, kedamaian bukan hanya harapan, melainkan kebutuhan bersama. Dan Kalimantan Timur terlalu bernilai untuk dikorbankan oleh gejolak sesaat.


















