Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BalikpapanBerita

Tutup Tahun 2025, Balikpapan Gelar Dzikir dan Doa Bersama untuk Negeri

122
×

Tutup Tahun 2025, Balikpapan Gelar Dzikir dan Doa Bersama untuk Negeri

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BALIKPAPAN – Menutup akhir tahun 2025, Pemerintah Kota Balikpapan menggelar kegiatan Dzikir dan Doa Bersama untuk Negeri dengan tema “Muhasabah Diri Raih Prestasi Mewujudkan Balikpapan Madinatul Iman”. Kegiatan ini berlangsung khidmat pada Rabu, 31 Desember 2025, pukul 18.50 Wita di Masjid Madinatul Iman Islamic Center Balikpapan.

Kegiatan keagamaan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas’ud, S.E., M.E, Wakil Wali Kota Dr. Ir. Bagus Susetyo, M.M, Pj Sekda Kota Balikpapan Agus Budi Prasetyo, serta para tokoh agama dan masyarakat, di antaranya KH. M. Jailani Mawardi, Dr. Sartono, M.M., CHt, dan H. Andi M. Yusri Ramli, S.T., M.T.

Example 300x600

Dalam sambutannya, Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas’ud mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum pergantian tahun sebagai sarana introspeksi dan penguatan spiritual.

“Malam ini kita berkumpul untuk bermuhasabah diri, merenungi perjalanan hidup, perjalanan daerah, serta perjalanan bangsa Indonesia. Di tengah berbagai ujian yang dihadapi negeri ini, mulai dari tantangan ekonomi, bencana alam, hingga persoalan sosial, kita menyadari sepenuhnya bahwa doa dan muhasabah adalah kekuatan yang tidak boleh kita tinggalkan,” ujar Rahmad Mas’ud.

Ia menegaskan bahwa tema yang diusung bukan sekadar slogan, melainkan refleksi mendalam tentang arah pembangunan Kota Balikpapan ke depan.

“Tema Muhasabah Diri Raih Prestasi Mewujudkan Balikpapan Madinatul Iman mengandung makna yang sangat dalam. Prestasi dan kemajuan kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari kekuatan iman, akhlak, dan spiritualitas masyarakatnya,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengajak jamaah mendoakan saudara-saudara di wilayah Sumatera yang tengah dilanda musibah. Menurutnya, bencana yang terjadi menjadi pengingat bagi seluruh umat untuk meningkatkan kepedulian sosial dan keimanan.

“Musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera pada hakikatnya bukan hanya ujian bagi mereka, tetapi juga teguran dari Allah SWT, bahwa kita mungkin masih banyak kekhilafan dan kurang kepedulian terhadap sesama,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh rangkaian dzikir dan doa yang dipanjatkan dapat membawa keberkahan bagi Kota Balikpapan dan Indonesia secara keseluruhan.

“Semoga setiap lafaz dzikir, setiap untaian doa, dan setiap tetes air mata yang terlantun malam ini dicatat oleh Allah SWT sebagai amal kebaikan, serta menjadi wasilah turunnya rahmat dan keberkahan bagi Kota Balikpapan dan negeri tercinta,” tutup Rahmad Mas’ud.

Kegiatan Dzikir dan Doa Bersama ini berlangsung dengan penuh kekhusyukan, menjadi penanda spiritual sekaligus harapan baru bagi masyarakat Balikpapan dalam menyongsong tahun 2026.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *