Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Usai Podcast di YLBHI, Aktivis Kontras Andrie Yunus Disiram Air Keras di Jalan Salemba

3
×

Usai Podcast di YLBHI, Aktivis Kontras Andrie Yunus Disiram Air Keras di Jalan Salemba

Sebarkan artikel ini
Rekaman CCTV yang memperlihatkan Andrie Yunus setelah di siram cairan oleh OTK (Foto : Ist)
Example 468x60

Jakarta, Wadaikaltim.id – Malam di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, mendadak berubah mencekam ketika seorang pegiat hak asasi manusia menjadi korban kekerasan brutal. Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus, disiram air keras oleh orang tidak dikenal saat melintas di Jalan Salemba I pada Kamis (12/3/2026) menjelang tengah malam.

 

Example 300x600

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.37 WIB ketika Andrie tengah mengendarai sepeda motor pribadinya di ruas Jalan Salemba I–Talang, Jakarta. Dua orang pelaku yang juga menggunakan sepeda motor diduga mendekati korban sebelum salah satu dari mereka menyiramkan cairan keras ke arah tubuh Andrie.

Serangan tersebut menyebabkan Andrie mengalami luka serius pada sejumlah bagian tubuh. Berdasarkan pemeriksaan medis, korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen yang meliputi tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta area mata.

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Dimas Bagus Arya, menjelaskan bahwa insiden itu terjadi tidak lama setelah Andrie meninggalkan kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Menurut Dimas, malam itu Andrie baru saja menyelesaikan rekaman siniar atau podcast di kantor YLBHI. Program tersebut mengangkat topik “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” dan rampung sekitar pukul 23.00 WIB.

Setelah menyelesaikan kegiatan tersebut, Andrie kemudian pulang dengan mengendarai sepeda motor. Dalam perjalanan itulah dua orang pelaku yang menggunakan satu sepeda motor mendekat dan melakukan penyerangan.

Kontras mencatat pelaku berjumlah dua orang laki-laki dengan peran berbeda. Satu orang bertindak sebagai pengendara motor, sementara satu orang lainnya duduk sebagai penumpang yang diduga melakukan penyiraman cairan keras.

Pengendara motor disebut mengenakan kaos kombinasi putih dan biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm berwarna hitam. Sementara penumpang di belakang memakai penutup wajah menyerupai buff berwarna hitam, kaos biru tua, dan celana panjang biru yang dilipat hingga menyerupai celana pendek.

Motor yang digunakan pelaku diduga merupakan skuter matik Honda Beat keluaran tahun 2016 hingga 2021. Kendaraan tersebut dipakai oleh kedua pelaku untuk mendekati korban sebelum melarikan diri setelah melakukan penyerangan.

Akibat siraman air keras itu, Andrie langsung berteriak kesakitan dan kehilangan kendali atas kendaraannya hingga motornya terjatuh. Warga sekitar kemudian membantu mengevakuasi korban sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Dimas menyatakan bahwa Andrie selama ini dikenal sebagai pembela HAM yang aktif terlibat dalam berbagai kerja advokasi dan perlindungan hak asasi manusia. Pada Kamis sore sebelum kejadian, Andrie bahkan masih mengikuti pertemuan di kantor Celios untuk membahas tindak lanjut laporan investigasi terkait aksi massa pada Agustus 2025.

Ia juga mengungkapkan bahwa Andrie sebelumnya beberapa kali mengalami teror dan intimidasi, terutama setelah keterlibatannya dalam aksi penolakan rancangan Undang-Undang TNI pada Maret 2025. Kontras menilai serangan tersebut perlu mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum dan masyarakat sipil karena berpotensi mengancam ruang kerja para pembela HAM. (Rob)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *