Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Hari Ke-10 Operasi SAR, Jenazah Diduga Pelatih Valencia B Korban KM Putri Sakinah Ditemukan di Perairan Rinca

53
×

Hari Ke-10 Operasi SAR, Jenazah Diduga Pelatih Valencia B Korban KM Putri Sakinah Ditemukan di Perairan Rinca

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Wadaikaltim.id, LABUAN BAJO – Upaya pencarian korban tenggelamnya KM Putri Sakinah kembali membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan menemukan satu jenazah yang diduga merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol di sekitar perairan Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/1/2026).

Jenazah tersebut diduga kuat adalah Fernando Martin Carreras, yang dikenal sebagai pelatih Valencia B. Penemuan ini terjadi pada hari kesepuluh pelaksanaan operasi pencarian korban kapal karam di Perairan Pulau Padar.

Example 300x600

Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, menyampaikan bahwa pencarian dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai unsur SAR, baik dari tingkat pusat maupun daerah.

“Tim SAR Gabungan hari ini melaksanakan pencarian 3 WNA Spanyol yang memasuki hari ke sepuluh, dengan melaksanakan penyisiran di Pulau-pulau terdekat, penurunan sonar serta penyelaman,” ujar Fathur, Minggu (4/1/2026).

Jenazah ditemukan sekitar pukul 08.47 WITA oleh Tim RIB KPJ 2007 milik Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolair) Polda NTT. Lokasi penemuan berada pada koordinat 8°36’32.58″S – 119°36’32.22″E atau sekitar 1,13 nautical mile dari lokasi kejadian kapal karam (LKK).

“Tepat Pukul 08.47 Wita pagi tadi Tim SAR Gabungan menemukan satu jenazah diduga korban KM Putri Sakinah pada koordinat 8°36’32.58″S – 119°36’32.22″E dan jarak penemuan korban dari LKK sejauh 1.13 Nautical Mile oleh Tim RIB KPJ 2007 (Ditpolair Polda NTT),’’ujarnya.

Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju KN SAR Puntadewa. Selanjutnya, jenazah dibawa ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo untuk kemudian menjalani proses identifikasi oleh tim forensik Disaster Victim Identification (DVI) Polres Manggarai Barat di RSUD Komodo.

Dalam operasi pencarian ini, sekitar 160 personel diterjunkan dari berbagai instansi. Unsur yang terlibat antara lain Basarnas Maumere, Pos SAR Manggarai Barat, KSOP Labuan Bajo, Polairud, TNI AL dan TNI AD, Balai Taman Nasional Komodo, BPBD Manggarai Barat, Imigrasi, relawan, komunitas penyelam profesional, operator kapal wisata, hingga media nasional.

Selain dukungan personel, operasi SAR juga diperkuat dengan 18 unit alat utama laut (alut), termasuk KN SAR Puntadewa, kapal patroli Polairud dan KSOP, RIB, sea rider, serta sejumlah speed boat.

Berbagai teknologi pencarian modern turut digunakan, seperti drone thermal, sonar dua dimensi, multibeam sonar, peralatan selam, sistem komunikasi satelit Starlink, hingga underwater drone.

‘’Saat ini, Tim SAR Gabungan masih terus melanjutkan operasi pencarian terhadap korban lainnya dengan mengedepankan keselamatan personel dan efektivitas pencarian di wilayah perairan Pulau Padar dan sekitarnya,’’ pungkas Fathur.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *