Wadaikaltim.id, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan memastikan distribusi air bersih kepada pelanggan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) akan kembali normal secara bertahap setelah selesainya pekerjaan penggantian pipa induk di kawasan Kilometer 8 Transad.
Sejumlah wilayah di Balikpapan sebelumnya mengalami gangguan pasokan air akibat proses pembaruan infrastruktur jaringan distribusi. Saat ini, pekerjaan fisik telah rampung dan PTMB tengah melakukan tahapan normalisasi agar aliran air dapat kembali menjangkau seluruh pelanggan.
Proses pemulihan dilakukan secara bertahap karena jaringan perpipaan harus diisi kembali hingga tekanan air mencapai kondisi stabil. Setelah tekanan kembali normal, distribusi air akan mengalir secara merata ke seluruh wilayah pelayanan.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menjelaskan, penggantian dilakukan pada pipa induk utama yang telah digunakan selama lebih dari 40 tahun. Menurutnya, pembaruan tersebut merupakan langkah penting untuk menjaga keandalan layanan air bersih bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Rahmad juga menegaskan bahwa gangguan distribusi yang terjadi bukan disebabkan kerusakan mendadak, melainkan merupakan dampak dari pekerjaan penggantian pipa yang memang sudah memasuki usia tidak layak pakai.
“Kemarin PDAM ada perbaikan pipa. Mudah-mudahan pipanya sudah normal dan distribusi air kembali normal. Laporan yang saya terima dari PDAM, termasuk yang ada di Kilometer 8 Transad, pipa induknya yang besar diganti karena umurnya sudah lebih dari 40 tahun. Harus diganti dan sekarang sudah diganti,” ujar Rahmad.
Meski pekerjaan telah selesai, ia meminta masyarakat untuk bersabar karena proses pengisian jaringan membutuhkan waktu sebelum tekanan air kembali optimal.
“Kami berharap proses normalisasi distribusi air dapat berlangsung secepatnya. Namun, pengisian kembali jaringan pipa membutuhkan waktu hingga tekanan air kembali stabil dan dapat menjangkau seluruh wilayah pelayanan,” katanya.
Pemerintah Kota Balikpapan bersama PTMB terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jaringan dan tekanan air selama masa normalisasi agar pelayanan kepada masyarakat dapat segera pulih sepenuhnya.


















